Belajar dan Praktek Kerja

Belajar adalah sebuah kosa kata penting yang wajib ada dalam lembar utama kamus pesantren. Belajar adalah sebuah mufrodat khusus yang tidak bisa dinaifkan dalam rentetan rutinitas pesantren, bahkan telah umum diketahui kalayak baik dari pesantren itu sendiri maupun dari pihak luar pesantren atau masyarakat umum bahwa pesantren adalah tempat untuk belajar atau lebih akrab disebut tholabul ilmu (mencari ilmu). Di seluruh pesanten di Indonesia umumnya para santri (panggilan untuk pelajar di pesantren) di targetkan untuk memahami kitab-kitab tertentu yang nantinya akan menjadi bekal mereka pulang ke daerah asal masing-masing.
           

Begitu juga yang terjadi di pesantren Rijan Pacet ini, seluruh santri ditargetkan dalam waktu per-1 tahun untuk memahami kitab tertentu, hal ini berjalan hingga dia lulus dari pesantren. Namun di pesantren Rijan Pacet ini ada ciri khas yang menjadi nilai plus di Pesantren disini, yaitu disela-sela kesibukan belajar, para santri juga di ajarkan untuk praktek kerja lapangan, sesuai dengan bidang tertentu yang telah difasilitasii oleh Pesantren, baik berupa mini market (Rijan Mart), warung, butik, konveksi, perikanan, pertanian, dan yang lainnya, mereka bisa memilih sesuai dengan minat dan bakat masing-masing, mereka bisa memilih sesuai dengan minat dan bakat masing-masing, dan yang lebih di utamakan adalah santri yang sudah tingkatan Maha Putra (panggilan bagi Mahasiswa STIES RIJAN). Tidak hanya diberi fasilitas brgitu saja, melainkan mereka juga di awasi dan di lihat  cara kerjanya yang dianggap mampu akan di support untuk lebih meningkatkan , dan yang masih belum mampu akan di gembleng dan ditempatkan di bidang yang sesuai dengan kemampuannya.

Harapan dari semua ini tidak lain untuk tidak hanya melatih fikiran para santri saja dengan belajar, namun juga melatih mental dan kinerja mereka supaya jika suatu saat nanti mereka sudah waktunya terjun ke masyarakat, mereka tidak akan kesulitan untuk membuka usaha dan berkarya dalammereka memenuhi kebutuhan hidupnya, jadi antara kebutuhan jasmani berupa materi dan rohani berupa ilmu bisa sama-sama tercukupi dengan baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *