Yatim

yatim rijan

Dua hari yang lalu saya mengikuti kegiatan tahunan santunan anak yatim. Setiap kali berbicara tentang yatim Abi selalu mengatakan “Anak yatim itu sudah diselamatkan oleh Allah dari dosa ‘uquq alwalidain,” Abi sendiri adalah yatim piatu sejak kecil, harus berjuang keras hingga pencapaiannya kini.
Lalu pikiran saya terarah pada 6 pola suksesi belajar yang kita kenal dari syair yang artinya “Ingatlah…! Sebuah pembelajaran tidak akan berhasil kecuali dengan 6 pola yang tersistem dalam pribadi setiap pelajar. Yaitu : Responsif, aktif, komitmen, bekal yang cukup, petunjuk guru dan sepanjang masa.”
Anak yatim harus melatih responsibility mereka tanpa kehadiran orang tua lengkap.
Semoga mereka mendapatkan pembimbing yang tepat, sehingga daya respon mereka tersalurkan untuk hal-hal yang memang semestinya.
Anak yatim harus aktif memiliki daya juang, di tengah hingar bingar hidup yang harus dijalani tanpa kehadiran figur ayah.
Semoga mereka mendapati daya juang yang diteladani oleh Rasulullah. Dan di kemudian hari menjadi pribadi yang berbudi.
Komitmen adalah hal berat saat belajar, dan anak yatim tak bisa bermanja untuk sekadar berkeluh kesah atas segala kesulitan. Barangkali esensi sabar bagi mereka lebih dalam dari sekadar menahan tangis dalam diam.
Lalu jika pun ada finansial yang cukup mereka harus berhemat, jika tidak ada, semoga Allah mencukupkan mereka dengan rezeki alam semesta yang apa adanya. Sehingga seteguk air saja bisa menjadikan rasa kenyang dan meningkatkan konsentrasi belajar.
Anak-anak itu butuh bimbingan guru, agar kelak menjadi sesuatu. Dan hidup baik tanpa menjadi beban orang lain.
Yang paling penting adalah tidak membatasi diri untuk belajar apa pun di mana pun dan dengan siapa pun. Belajar adab agar bisa hidup dengan baik di segala zaman. Belajar memahami diri sendiri, agar menemukan kebesaran Allah yang telah memberi kemungkinan si yatim pun mampu meraih sukses di masa depan.
.
Berat membayangkan mereka harus menemukan pola itu secara mandiri, tak mungkin tercapai kecuali atas bimbingan Allah dengan segala cinta yang tak ada putusnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *