ISRO’ MI’ROJ dan SANTRI

ISRO’ MI’ROJ dan SANTRI
Oleh : Abi Said

Peristiwa Isro’ Mi’roj ini merupakan peristiwa yang teristimewa dalam sejarah kehidupan
manusia dimana seorang hamba yang masih berada di alam dunia telah mendapatkan undangan
khusus untuk bertemu dengan Tuhannya baik secara fisik maupun ruh. Dan hal ini tidak mungkin
terjadi kecuali bagi manusia teristimewa juga. Beliaulah junjungan kita nabi Muhammad Saw.
setelah mengalami berbagai ujian yang sangat berat, diantaranya adalah wafatnya istri beliau yaitu
Sayyidah Khodijah Al Kubra ra. yang sangat berperan ikut serta dalam memperjuangkan agama Islam
baik dengan jiwa raga maupun harta, pun sebagai pelipur lara dan yang selalu menenangkan hati
rosulillah Saw. Dalam jangka waktu yang tidak lama kemudian disusul dengan wafatnya paman
beliau Abu Thalib yang menjadi salah satu orang terdepan dalam mem-beckup rosulillah dari
ancaman dan serangan kafir quraisy. Namun dengan diambilnya beliau berdua ada hikmah yang
sangat besar membuktikan bahwa perjuangan dakwah rosulillah Saw murni di-beckup langsung oleh
Allah Swt.
Kemudian kejadian berat yang beliau alami adalah disaat hijrah ke Taif dan ditolak mentahmentah oleh para pemuka bani Tsaqif dengan cacian dan hinaan serta kekejaman dan kekerasan.
Sehingga beliau harus kembali ke Makkah, setelah beliau beristirahat di kebun milik Robi’ah beliau
berdoa memohon dan merendahkan diri kepada Allah swt

اللهم اليك أشكو ضعف قوتي وقلة حيلتي وهواني على الناس يا أرحم الراحمين

Dalam doa itu beliau juga menghaturkan


ان لم يكن بك علي غضب فلا أبالي

: “Jika Engkau tidak murka kepada-ku maka itu semua tidak kupedulikan”.

Beberapa Pelajaran Penting dibalik Isro’ dan Mi’roj
1. Kesucian Baitil Maqdis
Dalam isro’ beliau dari masjidil haram ke masjidil aqsa atau yang kita kenal dengan sebutan
lain baitil maqdis hal ini menimbulkan pertanyaan ada apa dengan baitil maqdis? Tidak lain kejadian
ini menunjukkan kesucian tempat itu disisi Allah Swt. Dan hal ini juga menunjukkan betapa eratnya
hubungan ajaran Nabi Muhammad Saw dengan ajaran yang dibawa oleh nabi Isa bin Maryam as.
Peristiwa ini mengingatkan kita selaku umat muslim hendaknya selalu peduli dengan kota
ini , apa yang terjadi padanya hingga saat ini. Kita ketahui bersama bahwa al quds hingga saat ini
masih menjadi incaran musuh-musuh Islam. Tidak menutup kemungkinan apa yang dilakukan oleh
Salahuddin Al Ayyubi dengan segala kekuatan pertahan pasukannya dalam perang Salib hingga
dapat mengusir kaum Yahudi dan merebut baitil Maqdis. Yang sebelumnya pernah direbut kembai
oleh Sa’ad bin Abi Waqqas di zaman pemerintahan Sayyidina Umar ibn Khottob. Kemudian yang
ketiga adalah Sultan Muhammad Al Fatih putra dari Sultan Murad II yang diangkat menjadi raja pada
usia yang sangat muda yaitu ketika umur 19th. Hingga saat ini kita ketahui bersama bagaimana
keadaan saudar-saudara kita yang berada di Palestina, maka dengan program yang sekarang sedang
dijalankan oleh guru kita bersama dengan GIP dalam rangka mengangkat harkat dan martabat
bangsa palestina dengan mendirikan berbagai gedung dan asrama layak huni, pendidikan dan
medical dibarengi izin dan ridla Allah sehingga tidak mustahil pemerdeka bangsa palestina
berikautnya adalah Riyadlul Jannah.
2. Kefitrahan Ajaran Islam (Kesesuaiannya dengan fitrah manusia)
Terkait dengan pilihan rosulillah Saw disaat diberi Jibril 2 macam minuman yaitu antara arak
dan susu lalu beliau memilih susu. Ini menandakan betapa murninya ajaran islam sesuai dengan
fitrah manusia. Artinya dari setiap titik ajaran Isam tidak ada satupun yang bertentangan dengan
jiwa dan tabiat manusia itu sendiri. Ambil contoh saja ajaran tentang wudlu kita tahu pembatal
wudlu itu ada 6 diantaranya adalah keluarnya sesuatu dari dua jalan maka disaat ada orang yang
usil kenapa orang Islam yang mengeluarkan angin adalah kemaluan sementara yang harus dibasuh
muka, tangan dan seterusnya. Disamping Syekh An Nawawi telah menjelaskan dalam kitabnya yang
berjudul Kasyifatus Saja syarh Safinatun Naja bahwa anggota wudlu yang wajib dibasuh itulah yang
menyebabkan nabi Adam diturunkan ke bumi, karena dengan matanya ia menyaksikan pohon
khuldi dan dengan mulutnya memakan dengan tangannya mengambil kemudian sedikit bagian
kepalanya menyentuh dedaunan pohon dan dengan kakinya ia berjalan menuju pohon tersebut.
Namun saat ini di era corona ini kita semua dianjurkan untuk selalu cuci tangan padahal Islam lebih
dahulu telah mewajibkan itu semua.
3. Hadiah istimewa (Sholat 5 waktu)
Dan dari perjalanan istimewa ini rosulullah Saw juga membawa sebuah oleh-oleh yang
istimewa pula yaitu berupa kewajiban sholat lima waktu yang sedianya lima puluh waktu dalam
sehari semalam. Diatas tadi disinggung tentang Sultan Muhammad Al Fatih, Beliau diangkat
menjadi raja pada usia 19 tahun, dan berhasil menaklukkan kota Konstantinopel pada umur 21
tahun. Ketika sholat Jum’at pertama setelah penaklukkan kota Konstantinopel. Pada waktu itu
semua menolak untuk menjadi Imam, dan sangat tidak memungkinkan untuk semua orang menjadi
imam. Akhirnya Sang Sultan meminta pada seluruh jama’ah yang ada untuk berdiri dan bertanya,
“Barang siapa yang pernah tertinggal sholat fardhu walau sekali saja semenjak baligh hingga
sekarang, silahkan duduk.” Tiada seorang pun dari jama’ah yang hadir pada waktu itu duduk. Ini
menandakan bahwa tiada seorang pun yang pernah meniggalkan sembahyang fardhu semenjak
baligh hingga saat itu walau sekali. Karena tiada seorangpun yang duduk, beliau bertanya kembali,
“Barang siapa yang pernah tertinggal sholat sunnah rawatib walau sekali saja semenjak baligh
hingga sekarang, silahkan duduk.” Sebagian dari jama’ah yang hadir duduk. Namun tersisa masih
sangat banyak untuk menjadi Imam. Hingga akhirnya beliau bertanya kembali, “Barang siapa yang
pernah tertinggal sholat sunnah tahajjud walau sekali saja semenjak baligh hingga sekarang,
silahkan duduk.” Seluruh jama’ah yang hadir duduk terkecuali Sultan Muhammad Al-Fatih yang
akhirnya menjadi imam pada sholat jum’at tersebut. Dari sini kita dapat tahu, bahwa salah satu
kunci untuk menjadi orang yang berjaya dan mendapat bantuan Tuhan ialah dengan menjaga
hubungan kita dengan-Nya.
Ada hal yang tidak kalah menarik dibalik kejadian istimewa ini yaitu setelah rosulillah Saw
kembali ke Makkah dan menceritakan peristiwa luar biasa ini kepada kaummya sebuah peristiwa
yang tidak mungkin dapat diterima oleh logika telanjang tanpa diberengi dengan keimanan yang
sesungguhnya kepada Allah Swt. Serta merta kaum musyrik menyebarkan berita yang mereka nggap
lucu ini sambal mengolok-olok. Ada yang menantang baginda agar menggambarkan bentuk pernakpernik baitil maqdis jika benar beliau telah dating kesana. Padahal ketika beliau sampai disana tidak
terpikir akan melihat seluruh sudut dan apalagi sampai menghitung tiang-tiangnya ada berapa..?
maka pada saat itu Allah Swt memperlihatkan bentuk baitil maqdis kepadanya sehingga dapat
menjelaskan secara rinci bentuk baitil maqdis sesuai dengan aslinya sebagaimana diriwayatkan oleh
Imam Al Bukhari dan Imam Muslim.
Ada beberapa orang musyrik yang sengaja menyamapaikan berita ini kepada Abu Bakar
dengan tujuan agar ia tidak lagi percaya dengan Muhammad bin Abdillah Saw namun apa yang
keluar dari jawaban Abu Bakar sungguh sangat mengherankan beliau berkata: “ Jika beliau
mengatakan itu maka hal itu memang benar. Dan aku sungguh percaya jika beliau menceritakan
sesuatu yang lebih heboh daripada itu”.
Hal ini sudah sepatutnya kita tiru sebagai santri apapun dawuh Kyai tidak boleh sedikitpun
kita su’udzon apalagi menentang dan membohongkan. Jika anda seorang santri belum dapat
menerima apa yang dikatan oleh Kyai maka ketahuilah berarti Anda masih perlu belajar lebih banyak
lagi. Karena kadar seseorang adalah tergantung terhadap apa yang mereka I’tikadi al Imam Al Umriti
sudah dawuh :

اذ الفتى حسب اعتقاده رفع****وكل من لم يعتقد لم ينتفع

Imam Ibnu Malik dalam khulashohnya menyampaikan:

قو حرف شرط في مضي ويقل *** ايلاؤه مستقبلا لكن قبل
وهي في الاختصاص بالفعل كن *** لكن لو أن بها قد تقترن
وان مضارع تلااها صرفا *** الى المضي نحو لو يفي كفى

Kita ketahui bersama bahwa makana لو dalam Bahasa Indonesia kita artikan “seandainya” atau
“andaikan” dan hal ini banyak terjadi diungkapkan oleh orang yang telah menyesali akan kejadian
yang telah ia lewati dan sedikit sekali لو mendampingi fi’il mudlori’ yang artinya adalah masa depan.
Abuya sering menyampaikan bahwa kita harus punya impian yaitu kata “seandainya” yang kita
gandengkan dengan masa depan yang berarti sebuah harapan besar : seandainjya nanti para alumni
Riyadlul Jannah menjadi tokoh-tokoh masa depan….! Maka tidak lain itu adalah berkah jasa didikan
Abuya…. Maka dalam masalah ini Imam Ibnu Malik juga membuat sebuah contoh yang bisa kita
jadikan sebagai kunci dan pedoman dalam nyantri yaitu kalimat bait terakhir لو يفي كفى jika kita
dapat wafa (patuh) terhadap seorang guru maka hal itu sudah cukup.
Demikian semoga dibarengi taufiq dan hidayah Allah Swt. Amin. Wallahu a’lam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *